Transformasi digital telah mendorong banyak organisasi di sektor perbankan dan fintech untuk menghadirkan layanan melalui aplikasi mobile. Mulai dari mobile banking, dompet digital, hingga platform investasi kini bergantung pada aplikasi mobile sebagai kanal utama interaksi dengan pengguna. Namun semakin banyak transaksi yang dilakukan melalui aplikasi mobile, semakin besar pula risiko keamanan yang harus dihadapi. Ancaman siber saat ini tidak hanya menargetkan server atau jaringan perusahaan, tetapi juga langsung menyerang aplikasi mobile yang digunakan oleh pelanggan. Serangan seperti manipulasi aplikasi, reverse engineering, hingga penggunaan perangkat yang tidak aman dapat membuka peluang terjadinya fraud dan pencurian data. Untuk mengatasi tantangan ini, organisasi membutuhkan solusi keamanan yang mampu melindungi aplikasi secara langsung saat aplikasi sedang berjalan. Salah satu teknologi yang dirancang untuk tujuan tersebut adalah …