Tips dan Trik Membackup Data

Blog News August 22, 2022


Kabar baik tentang backup data adalah sepertinya akan lebih banyak dan lebih banyak lagi perusahaan yang menganggapnya penting .

Kami mengatakan seperti itu karena dalam Survey State of Ransomware 2021, 57% dari perusahaan yang mengalami musibah diserang oleh ransomware, bisa mendapatkan kembali data mereka dan dampaknya bisnis mereka tetap berjalan karena ada backup data.

Kabar buruk tentang backup data adalah sekitar 32% dari responden kami yang terdampak ransomware dan mereka sudah membayar ke hacker, tapi tetap tidak bisa mendapatkan data mereka kembali.

Bagaimana dengan pengguna rumahan dan bisnis kecil?
Jika yang seperti perusahaan besar dengan departemen IT, sistem admin dan tim operational security saja mempunyai kesulitan melakukan backup data dengan benar, bagaimana dengan pengguna rumahan dan bisnis kecil.

Bahkan jika anda tidak secara teratur melakukan backup data setiap data yang anda punya,
Anda tetap harus membuat prosedur yang bisa digunakan untuk mengatasi musibah kehilangan data dengan mengelompokkan data penting yang anda punya dan membuat cara menyimpannya secara benar.

Kehilangan foto pernikahan atau video pertama putri anda bisa berjalan akan sangat mengecewakan, tapi kehidupan digital anda akan tetap bisa berjalan.

Tapi jika anda kehilangan data seperti scan KTP , yang mungkin akan berdampak vital dalam proses login anda ke dalam suatu akun tempat anda menyimpan data – data penting seperti data pajak yang harus anda simpan dalam waktu lama, itu akan membuat anda dalam masalah.

Ini 5 tips dari kami :

1. Putuskan data mana yang penting dan lindungi itu dengan sebagaimana mestinya.
Ok, jika anda memutuskan tidak akan membuat backup data untuk semuanya, tapi anda harus membuat daftar data yang harus anda amankan, dan jadwal backup data yang membuatmu tahu kapan terakhir kamu backup datanya. Jika anda punya suatu sistem yang biasa anda gunakan untuk membayar tagihan rumah secara teratur, gunakan sistem itu untuk jadwal backup data juga. 

2. Aturan 3-2-1
Aturan 3-2-1 menyarankan anda punya setidaknya tiga copy dari data anda, termasuk master copy, menggunakan dua tipe backup sehingga jika satu gagal , kecil kemungkinan yang lain akan gagal juga, dan membuat backup yang lain secara offline dan ditempatkan di luar tempat yang biasanya anda kunjungi, jadi anda tetap bisa mendapatkannya bahkan jika anda jauh dari rumah atau kantor.

3. Jangan tinggalkan backup data anda dimana hacker dapat mencurinya.
Banyak orang menyimpan backup data mereka secara online, seperti di penyimpanan cloud online atau penyimpanan di jaringan yang tersambung. tapi jika backup data anda dapat diakses secara online, backup data anda juga dapat diakses oleh hacker yang membahayakan akun anda, seperti mengenkripsi data anda sebagai bagian dari serangan dan memaksa anda untuk membayarnya.

4. Jangan membuat backup data yang semua orang bisa baca.
Enkripsi backup data yang anda miliki jadi jika data hilang atau dicuri, si hacker tidak dapat dengan mudah mengakses semua data penting anda untuk mereka sendiri.

5. Belajar bagaimana caranya untuk melakukan proses restore sistem dari suatu proses.
Kami membantu banyak orang selama beberapa tahun yang membuat backup data secara rutin dan hati-hati, tapi tidak bisa mendapatkan kembali data yang mereka punya ketika mereka membutuhkannya.
Ironisnya, tidak ada dari semua kasus ini terjadi karena user lupa atau menghilangkan password mereka yang sudah terdekripsi, mereka tidak cukup terlatih dalam menggunakan proses restore dengan baik, atau bahkan tidak bisa sama sekali.

Sumber : https://nakedsecurity.sophos.com/2022/03/30/world-backup-day-5-data-recovery-tips-for-everyone/

 

  • Share this