Blog News January 14, 2026

Detection Lebih Penting dari Prevention (?)

Selama bertahun-tahun, keberhasilan keamanan siber sering diukur dari satu hal: apakah serangan bisa dicegah atau tidak. Firewall dipasang. Antivirus diperbarui. MFA diaktifkan. Endpoint diperketat. Namun laporan insiden global terus menunjukkan satu pola yang konsisten: banyak organisasi yang “terlindungi dengan baik” tetap mengalami pelanggaran. Pertanyaannya bukan lagi apakah pencegahan itu penting. Pencegahan tetap krusial. Pertanyaannya adalah: apa yang terjadi ketika pencegahan tidak sempurna, seperti yang hampir selalu terjadi di dunia nyata? Apa yang Prevention Lakukan dengan Baik Prevention memiliki peran yang jelas dan tidak tergantikan: menghentikan serangan massal dan otomatis menurunkan volume noise menaikkan biaya serangan mengurangi risiko dari kesalahan umum Tanpa pencegahan, organisasi akan kewalahan. Ini bukan perdebatan. Namun prevention bekerja paling efektif terhadap ancaman yang sudah dikenal atau dapat diprediksi. Di …

Blog News January 13, 2026

Endpoint Masih Jadi Medan Tempur Utama (Tapi Bukan Seperti yang Banyak Orang Pikir)

Selama beberapa tahun terakhir, narasi keamanan siber perlahan bergeser. Cloud meningkat, identitas jadi fokus, dan perimeter tradisional dianggap menghilang. Di tengah semua itu, muncul asumsi baru: endpoint tidak lagi sepenting dulu. Asumsi ini keliru. Endpoint bukan kehilangan relevansinya.  Ia hanya berubah perannya. Endpoint Tidak Lagi Tentang Malware Dulu, endpoint identik dengan virus, file berbahaya, dan signature detection. Hari ini, banyak serangan modern bahkan tidak membutuhkan malware sama sekali. Laporan insiden global menunjukkan bahwa penyerang semakin sering: menggunakan kredensial sah memanfaatkan tool bawaan sistem beroperasi dengan aktivitas yang terlihat “normal” Endpoint tetap menjadi titik masuk dan titik operasi utama, tetapi tujuannya berbeda. Bukan lagi sekadar menjalankan malware, melainkan mengambil alih identitas dan kepercayaan. Apa yang …

Blog News January 12, 2026

Identity ≠ Account: Kenapa Login Sah Tetap Bisa Berbahaya

Selama bertahun-tahun, keamanan digital dibangun di atas satu asumsi sederhana: jika seseorang berhasil login, maka ia adalah pengguna yang sah. Asumsi ini dulu masuk akal. Hari ini, asumsi itu semakin berbahaya. Laporan insiden dan investigasi forensik dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa banyak serangan modern tidak diawali dengan eksploitasi teknis, tetapi dengan penggunaan kredensial dan sesi yang valid. Login berhasil, MFA dilewati, dan aktivitas berlanjut tanpa memicu alarm awal. Apa yang Sebenarnya Dibuktikan oleh Sebuah Account? Sebuah account hanya membuktikan bahwa proses autentikasi berhasil pada satu titik waktu. Ia tidak membuktikan siapa yang sedang memegang akses tersebut setelahnya. Berbagai laporan insiden dari vendor keamanan dan lembaga pemerintah menunjukkan bahwa akun sah sering digunakan dalam: initial access persistence lateral movement Account membuktikan akses, …

Blog News January 07, 2026

Apakah MFA Masih Relevan Saat Banyak Serangan Bisa Melewatinya?

Beberapa tahun lalu, Multi-Factor Authentication (MFA) diposisikan sebagai langkah besar dalam keamanan identitas. Password saja dianggap tidak cukup, dan MFA menjadi simbol “keamanan yang lebih matang”. Hari ini, narasinya mulai bergeser. Berita tentang MFA fatigue, phishing proxy, SIM swapping, dan helpdesk social engineering memunculkan satu pertanyaan yang terdengar masuk akal: Jika MFA bisa dilewati, apakah MFA masih relevan? Jawaban singkatnya: ya, masih relevan. Jawaban jujurnya: tidak lagi cukup jika berdiri sendiri. MFA Tidak “Rusak”, Tapi Sering Disalahpahami Banyak diskusi tentang MFA dimulai dari asumsi yang keliru: bahwa MFA diciptakan untuk menghentikan semua bentuk serangan identitas. Padahal, tujuan awal MFA jauh lebih spesifik. …