PT Dymar Jaya Indonesia, perusahaan penyedia solusi keamanan data di Indonesia, resmi memperkenalkan AI-native dari Aurascape, yang memberikan visibilitas waktu nyata dan kontrol otomatis untuk melindungi perusahaan dari risiko keamanan serta kebocoran data saat menggunakan teknologi AI.
Selain itu, perusahaan juga meluncurkan solusi Mobile Application Security dari Protectt.ai. Solusi ini dilengkapi fitur Runtime Application Self-Protection (RASP) untuk membentengi aplikasi dari malware, serta deteksi root secara otomatis, demi memastikan aplikasi tetap aman meskipun dijalankan pada perangkat yang rentan.
Kehadiran solusi ini bertepatan dengan ajang Dymar Cybersecurity Conference (DCC) 2026, yang mengusung tema “Digital Defense Synergy: Building an Integrated and Resilient Security Ecosystem”.
Konferensi ini juga dihadiri oleh ratusan profesional IT dan keamanan data yang juga berkesempatan melihat langsung Live Demo teknologi keamanan di area Product Showcase.
Managing Director PT Dymar Jaya Indonesia Yuliani Kusnadi, menekankan bahwa sinergi antara identitas, data, dan aplikasi adalah kunci ketahanan digital.
“Di era di mana ancaman bisa datang dari sisi mana saja, sinergi antara identitas, data, dan aplikasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Melalui DCC 2026, kami membawa teknologi kelas dunia yang tidak hanya reaktif, tapi proaktif dalam menjaga ketahanan digital perusahaan,” kata Yuliani dalam keterangan persnya, dikutip Jumat (24/4/2026).
Yuliani menuturkan, di tengah ancaman AI dan fraud yang semakin canggih, Dymar bersama para mitra globalnya menawarkan solusi yang mencakup seluruh spektrum, mulai dari Identitas (FIDO), Proteksi (Encryption & Quantum Ready), Monitoring (Risk Score), hingga Eradikasi (Data Erasure).
“Konferensi ini juga menyoroti solusi Phishing-Resistant MFA (FIDO2) dari Thales, yang dirancang untuk memutus rantai serangan pencurian identitas yang paling sering menjadi pintu masuk utama pembobolan data,”jelas Yuliani.
Adapun yang menjadi pusat perhatian dalam DCC 2026 adalah peluncuran teknologi generasi terbaru yang dirancang untuk melindungi aset digital perusahaan secara menyeluruh. Urgensi ini muncul di tengah tren industri di mana serangan deepfake untuk penipuan transaksi diprediksi melonjak hingga 162% pada tahun 2025.
Selain itu, data terbaru mencatat lonjakan serangan injeksi digital, teknik yang sering digunakan untuk memasukkan video deepfake ke sistem verifikasi sebesar 1.151% pada perangkat tertentu. Banyak korporasi kini juga menghadapi ancaman automated bot generasi baru yang mampu meniru perilaku manusia dengan tingkat keberhasilan menembus sistem keamanan tradisional hingga di atas 85%.
sumber : https://investor.id/business/436655/strategi-dymar-tangkal-ancaman-ai-dan-fraud