Seiring percepatan adopsi akal imitasi (AI) dan meningkatnya kompleksitas serangan siber di Indonesia, PT Dymar Jaya Indonesia menggelar Dymar Cybersecurity Conference (DCC) 2026.
Mengusung tema “Digital Defense Synergy: Building an Integrated and Resilient Security Ecosystem”, konferensi ini menjadi panggung bagi pengenalan rangkaian solusi keamanan data mutakhir untuk menjawab tantangan fraud dan ancaman siber berbasis AI yang kian kompleks.
Sorotan utama DCC 2026 adalah peluncuran teknologi generasi terbaru yang dirancang untuk melindungi aset digital perusahaan secara end-to-end. Urgensi ini mengemuka di tengah tren industri, di mana serangan deepfake untuk penipuan transaksi diproyeksikan melonjak hingga 162% pada 2025.
Selain itu, data terbaru mencatat lonjakan serangan injeksi digital — teknik yang digunakan untuk menyusupkan video deepfake ke dalam sistem verifikasi — yang meningkat hingga 1.151% pada perangkat tertentu. Pada saat yang sama, korporasi juga menghadapi ancaman automated bot generasi baru yang mampu meniru perilaku manusia, dengan tingkat keberhasilan menembus sistem keamanan tradisional mencapai lebih dari 85%.
Menjawab lanskap ancaman tersebut, Dymar memperkenalkan solusi AI-native dari Aurascape yang menawarkan visibilitas real-time serta kontrol otomatis untuk melindungi perusahaan dari risiko keamanan dan potensi kebocoran data dalam pemanfaatan teknologi AI.
Di sisi lain, merespons maraknya manipulasi pada aplikasi finansial, Dymar menghadirkan solusi Mobile Application Security dari Protectt.ai. Solusi ini dilengkapi fitur Runtime Application Self-Protection (RASP) untuk melindungi aplikasi dari malware canggih, serta kemampuan deteksi root/jailbreak secara otomatis, sehingga aplikasi tetap aman meski dijalankan pada perangkat berisiko.
Managing Director PT Dymar Jaya Indonesia, Yuliani Kusnadi, menegaskan bahwa sinergi antara identitas, data, dan aplikasi menjadi fondasi utama ketahanan digital. “Di era di mana ancaman bisa datang dari sisi mana saja, sinergi antara identitas, data dan aplikasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Melalui DCC 2026, kami membawa teknologi kelas dunia yang tidak hanya reaktif, tapi proaktif dalam menjaga ketahanan digital perusahaan,” ujarnya.
Konferensi ini dihadiri ratusan profesional IT dan keamanan data yang juga berkesempatan menyaksikan live demo teknologi di area product showcase. Kehadiran mitra global seperti Thales, Sophos, eMudhra, dan Blancco semakin menegaskan posisi Dymar sebagai penyedia solusi keamanan siber terintegrasi di Indonesia.
Secara keseluruhan, solusi yang ditawarkan mencakup seluruh spektrum keamanan digital: mulai dari aspek identitas (FIDO), proteksi (enkripsi dan quantum-ready security), monitoring (risk scoring), hingga eradikasi (penghapusan data/data erasure).
Perwakilan Sophos, Sunu Diwangkara, menambahkan bahwa pendekatan keamanan siber terpadu menjadi krusial dalam menghadapi ancaman modern. Solusi yang dikembangkan berfokus pada ekosistem adaptif yang mengintegrasikan berbagai lapisan perlindungan, dari endpoint hingga jaringan.
Dengan sistem pertahanan yang saling terhubung, perusahaan dapat mempercepat deteksi ancaman sekaligus mengotomatisasi respons secara lebih efektif, sehingga meminimalkan celah keamanan yang kerap muncul pada sistem yang terfragmentasi.
sumber : https://swa.co.id/read/471813/lawan-ancaman-ai-dan-fraud-dymar-hadirkan-teknologi-keamanan-data-generasi-terbaru